yuke's posts with tag: edu-life
Kegiatan umroh minggu kemarin membuat saya semakin sulit bertutur ... semakin malu untuk banyak meminta... saking takjubnya...
saya dan abi ikut rombongan tour Amwa... di Bandung... kami pergi sebanyak 43 orang... uniknya teman2 serombongan itu punya karakter yang berbeda dan sangan menginspirasi saya...
diantara mereka ada salah satu keluarga yang benar2 membuat saya belajar tentang semangat dan perjuangan...
 lihat foto yang sedang duduk dikursi roda.... Namanya Ibu Tati...usianya sekitar 60 tahunnan, baru beberapa hari beres dioperasi jantung, dia nazar ingin umroh...
wajah tua itu hanya hidup berdua dengan suaminya...karena kebetulan Allah belum memberika mereka keturunan.
sungguh pemandangan yang luarbiasa melihat keharmonisan kedua insan itu. sang suami sangat telaten melayani isterinya yang kondisi saat itu belum stabil. terkadang sesak napasnya, demam tinggi. tapi Subhanalloh tidak mengurangi semangat mereka dalam beribadah.
Di suasana Mekkah yang terik (suhu mencapai 56 derajat) mereka tetap melakukan ibadah... sampai saat kami perpisahan... saya salami sang ibu sambil berbisik "Ibu sehat terus yah..."
Tidak disangka itu pertemuan terakhir kita, 5 hari setelah menginjakkan kaki di tanah Air ini, subuh tadi Bu Tati dipanggil Allah untuk selamanya... Semoga Ibu berada di tempat yang terbaik disana bu.... doa kami untuk bapak yang selalu tabah...semoga tetap kuat ditinggal Ibu...
Mendengar kata itu apa yang pertama kita fikirkan????
kalau saya... mmmm... Motivasi adalah sebuah energi positif untuk mendukung diri kearah kemajuan....
kebanyakan orang mendapat motivasi dari luar... dengan seringnya kita menghadiri siraman rohani, atau training motivasi, atau mendekati orang2 yang memiliki energi positif tentang motivasi...
tapi sebenarnya 80% motivasi yang manpu membuat kita bangkit itu bukan motivasi eksternal...tapi motivasi internal... motivasi dalam diri kita. sehebat apapun seorang motivator memberi stimulus motivasi pada diri kita, tapi kalau kitanya ngga berubah ya percuma saja...
Terus dari mana motivasi itu bisa muncul... sedikit share aja...ada beberapa poin
1. Cari orang yang memiliki motivasi tinggi
2. Jadi motivator untuk orang lain
3. Ada keadaan yang tidak kita sengaja dan membuat kita termotivasi
4. Pemeliharaan setiap motivasi yang kita dapatkan dari manapun
lalu cara kita agar terus termotivasi:
1. Positive feeling...(not only thinking)
Feeling itu datangnya dari rasa dan tidak disengaja.... kalo thinking sempat kita fikirkan.
2. Punya target yang jelas...
Kebayang kalo disetiap hidup ini, kita ngga punya target yang jelas... pasti semuanya hambar.
3. Penyebar energi positif
Seburuk apapun masalah kita carilah kekuatan energi ke tempat yang tepat.... contoh...saat kita sholat. lampiaskan dengan kegiatan postif (mis nulis he he) dan masih banyak lagi...
so...gimana dengan temen2 di mp ini? darimana anda mendapatkan motivasi? sharing yukkkkk
Awalnya aku belum ngeh makna poss power sindrom (pps)... yang aku tau pps tuh terjadi akibat turun jabatan/ kehilangan kekuasaan sehingga menyhebabkan depresi berlebihan.. tapi saat ini aku mulai memahami makna itu lebih dalam.... pps bukan hanya harus turun jabatan... melimpahkan jabatan sebelumnya pada orang lain juga bisa mengakibatkan pps... seorang owner menyerahkan managemennya pada karyawan bisa menghadapi pps juga... bayangkan yang dulunya paling digugu...paling didengar... paling disanjung... sekarang posisi itu harus diserahkan orang lain... orang yang berhenti beraktivitas juga akan mengalami pps jika dipagi hari dia meninggalkan rumah kemudian kembai lagi sore...padahal ngga untuk bekerja... oleh karenanya hindari sedini mungkin status quo... jabatan yang itu2 saja diwaktu yang sangat lama...
karena semakin lama kita berada di posisi itu2 lagi... ibaratnya kita nanam pohon... makin lama akarnya makin kuat dan semakin dalam... sehingga ketika pohon itu dicabut.. akan semakin susah...
Wallahualambishawab...
"Selama orang Islam masih berinteraksi dengan Al-quran mereka ngga akan bisa dihancurkan"
"Gampang...... Jauhkan saja mereka dari Al-qur'an"
"ya kita bakar saja Al-qur'an di seluruh dunia"
"Bodoh kamu.... bukan begitu caranya... dengan membakar kitab itu..tetap saja masih banyak umat Islam yang menghafal Alqur'an"
"Lalu caranya?"
"Kita kasih perang pemikiran... dengan cara berikan dunia...."
lenakan mereka dengan makanan yang enak... pakaian yang aduhai... informasi/film2 yang melenakan...
perlahan mereka akan lupa dengan islam... biasakan mereka dengan kenikmatan dunia... sibukkan mereka dengan urusan dunia.....
Lambat laun mereka akan hancurrrrrr
Pelit ngga nya orang itu relatif.... (tulgak?) semua tergantung dari apanya yang dipelitkan... ada orang yang pelit harta... pelit ilmu.... pelit amal.... dan sebagainya...
Paling ngga enak memang dibilang orang pelit... tapi paling susah juga kalo kita harus memberikan sesuatu yang sangat berharga dan sangat dicintai oleh kita...
Pada dasarnya memang kita harus ikhlas terhadap apa yang kita miliki... tanpa tapi.... titik.... semua yang ada di kita adalah titipan... dan belum tentu menjadi rezeki dan amal kita.
bisa menjadi rezeki/amal buat kita jika kita pelihara dengan baik...
bisa juga jadi mubazir bahkan jadi mudarat jika kita ngga bisa menjaga....
Bagaimana dengan aku???
kata orang2 dirumah dulu aku termasuk orang yang posesive dalam hal ilmu..... segala sesuatu harus jadi miliku ... aku merasa sayang banget menyebarkan ide/ilmu penting...
tapi kian kesini aku semakin paham bahwa yg namanya ilmu itu harus disebarkan... harus diamalkan... kalo ilmu didiamkan itu ibaratnya harta karun yg disimpan didalam peti mati dan ditimbun rapa2 dalam tanah... artinya ngga ada manfaatnya...
Aku juga dulu termasuk pelit terhadap keihlasan ditinggal orang2/makhluk hidup yg dicintai... aku paling takut kehilangan... hiiii... menyedihkan kalo ditinggal.... pernah dulu miara ayam si komeng... mati... aku sediiiihhh banget... atau liat kucing ketabrak (padahal bukan punyaku) hal itu bikin aku ngga bisa merem tidur... kejadian ditinggal yg cukup menyakitkan adalah saat harus kehilangan nenek tercinta.... duh down banget....
sampai2 dulu aku punya ritual... selalu ngecek kondisi ibu sama bapak kalo lagi tidur... hi hi... takut kecolongan...
tapi setelah lihat keadaan sekitar... ternyata banyak teman2ku lebih tegar kalo kehilangan... lambat laun setelah seringnya menyaksikan kematian... aku mulai ngeh kalo hal itu nyata... dulu aku pengen banget punya sahabat yang solid dan ekslusif... tapi setelah tahu konsep kematian... datang dan pergi.. sampai saat ini aku ngga punya sahabat yang ekslusif...kemana2 barengan...
bukan berarti ngga bisa sobatan... semua hubunganku dengan yang lain frekuensi kedekatannya sama... pernah beberapa teman pengen sobatan sama aku... dan dengan sendirinya aku menjaga jarak sama mereka... ngga bisa... aku ngga bisa terlalu dekat....
kalo ditanya sapa orang terdekatku?? jawaban aku semua yg kenal sama aku dekat... dan kalo ditanya siapa orang yg paling jauh... jawabannyapun sama...
mmmmm..... kembali kemasalah pelit.... saat ini ada satu masalah pelit yg belum bisa disembuhkan... kalo aku lagi makan makanan favorit... aku paling ngga suka ada yg minta langsung dari piring aku... aku mending ngasih mereka yang baru... hi hi pelit yah...
gimana dengan teman2???
Dirumah lagi heboh , berkaitan dengan pencalonan calon walikota independen (mereka yang ngga didukung oleh partai dan mencalonkan dirinya sendiri dengan beberapa fakta dukungan individu2 masyarakat** kalo ngga salah gitu deh).
Saya sebenernya ngga terlalu interest... tapi ngga juga apatis... biasa ajalah ... nanti aja kita liat siapa yg kira2 dapat dipercaya.
Kembali kekasus... tiba2 di RT saya dihebohkan dengan adanya ada 3 orang warga yang menyatakan secara tertulis mendukung calon peserta.. dan ternyata salah satunya adik saya (yugi)...
Padahal adik saya tidak pernah menandatangani langsung di format dukungan itu...
Pas di cross cek di RW... ternyata ada nama dan tandatangan aku juga loh... yang menyatakan dukungannya untuk salah satu calon peserta walikota Bandung yang lainnya...
selidik punya selidik ternyata tandatangan aku dipalsukan... waduh...ko bisa yah???
Idiiihhhh curang .... kalo mau menang harus fair dong ah.... Ternyata kasus ini bukan hanya dialami saya dan adik saya, puluhan warga kompleks juga ada yang dipalsukan tandatangannya... mereka marah, habis caranya licikk bangett dan berniat mau menuntut...
Aku sih punya cara lain... mau nelpon tuh calon peserta Balon Walikota yang udah didukung sama tandatangan palsuku...
sambil bilang gini "Pa bener nih mau didukung sama saya??? ayo presentasikan dulu rencana Anda, ntar kalo bagus aku kasih tandatangan asli loh... soalnya tandatangan asli aku Mahallll !!" (sambil belagak kaya Ruben yg ngomentarin butiknya nona igun he he)
Bukan sok kaya... karena penghasilan juga ngga gede... Bukan sombong... karena saya juga rakyat.. Bukan setuju... Karena saya ngga punya hak suara..
Hanya sekedar positive thinking... dan mencoba optimis... Bahwa setiap masalah ada solusinya... dan setiap kendala akan meninggikan derajat kita....
Silahkan lakukan apa yang menurut anda benar... saya yakin anda bertanggungjawab... saya sangat paham ini sebuah dilema... walaupun saya satu... Saya tetap mendukung Indonesia... naik BBM... naik ongkos Angkot... naik Gas... naik biaya sekolah... menandakan Indonesia akan tetap naik prestisenya... dan ngga ngaruh untuk kita... Orang2 yang akan berjuang mensiasati setiap kebijakan
 | Pejuang | May 12, '08 7:44 AM for everyone |
Pejuang yang sukses bukanlah pejuang yang hanya bertahan dan istiqamah di saat mendapat terpaan badai dan hantaman ombak. Pejuang yang sukses adalah juga mampu istiqamah di saat mendapat tiupan angin sepoi-sepoi dan kucuran madu.
Rasulullah saw. bersabda, “Aku tidak khawatir kalian miskin, tetapi aku khawatir (kalian mendapatkan) dunia (lalu) kalian bersaing dalam urusan dunia itu.” (HR. Ahmad)
 | Habis | May 4, '08 3:28 AM for everyone |
Di warung dekat rumah ... habis...
Nyari di tempat yang agak jauhan... kosong...
Nelpon ke rumah mertua...ternyata sama... semuanya habis...
Baso abring pun bahan bakarnya sedikit lagi... nyari sini nyari sana... kosong...
Tadi pagi nyoba searching dari mulai daerah timur sampai daerah utara... hasilnya nihil...
Mau pake bahan bakar yang lain...tetep kosong... kalo gitu back to basic... gimana kalo pake suluh lagi???
gas...gas... dimanakah kau sembunyi dan disembunyikan????
Anak SMA sudah melaksanakan ujian nasional...
Salah satu staf saya di bagian kurukulum SMA, melaporkan kalo tadi anak2 SMA sepulang sekolah pada panik... soalnya gurunya disekolah salah ngasih bocoran kunci jawaban, sehingga mereka dan temen2nya jadi pada salah menjawab...
Ada lagi cerita dari anak SMA negeri * di Bandung, saat ujian dimulai ada gurunya masuk kekelas dengan maksud ngecek. sambil menepuk bahu siswa guru itu berkata "gimana bisa?"... sepintas ngga ada yang istimewa, tapi dibalik tepukan tangan itu, sang guru memberikan lintingan kertas berisi kunci jawaban...
Selanjutnya Dinas Pendidikan melakukan Sidak ke sekolah di Garut... dan kedapatan sang kepsek sedang emmbocorkan soal...
Trus di tv ada tim investigasi yang menyelundup menjadi siswa SMA, dan kedapatan soal ujian dibocorkan dan diperjualbelikan sebesar jutaan rupiah, bahkan ada juga bimbingan belajar yang ikut andil dalam sindikat bocornya soal ujian.
Hmmm... sedih saya mendengar itu semua... seorang figur pendidik sendiri bisa berlaku curang, tanpa memaklumi mereka juga manusia.
Lagi-lagi saya bukan ingin membongkar Aib dari sebuah komunitas untuk mementingkan kepentingan pribadi, saya hanya ingin keadilan benar2 terlaksana di bumi ini...
Yang saya tahu sekolah formal memiliki kewajiban mencetak siswa2 menjadi generasi pembelajar, guru2 bertanggungjawab terhadap kelulusan siswa2nya...
Salah satu sekolah formal favorit di Bandung kedapatan sedang 'memeras' lembaga2 nonformal seperti Bimbingan belajar dan lembaga supporting sekolah formal lainnya untuk mengadakan acara TO.
Kenapa saya bilang 'memeras' ? karena cara yang dilakukan cukup halus, namun strateginya terbaca.
suatu hari salah satu dari dewan sekolah datang ke kantorku untuk mengajak kejasama event TO disekolah... ajakan kerjasama tersebut kita coba diskusikan bersama secara intern, awalnya kita menolak karena strategi promo kita tidak seperti bimbel lain yang rela mengeluarkan koceknya puluhan juta rupiah hanya dengan mewajibkan siswanya les di sana.
Awalnya secara halus kita tolak. Tapi lama kelamaan dewan sekolah mengancam, nama baik kita akan di black list dan seperinya mereka tidak akan merekomendaasikan siswa2 di sekolah ini untuk les di tenpat kami.
Hmmm... biarin ah... tapi setelah setelah diskusi kembali intern di stafkami, akhirnya diputuskan untuk mengacc kerjasama tersebut...
Mereka senang banget dan memberikan perjanjian kerjasama dengan kita, mereka memberi ketentuan sebagai berikut:
Nama eventnya Try Out siswa kelas Akhir Soal dan pemeriksaan dilakukan oleh Anda...
Tolong sediakan konsumsi standar prima Ra**, untuk seluruh pegawai disekolah kami, dan wakil ortu yang hadir...
Pengawas tolong diberi uang sebesar Rp. *******/ orang (secara pengawas dari mereka) Wali kelas beri uang sebesar Rp. *******/ orang Wakil kepala sekolah beri uang sebesar Rp. *******/ orang Kepala Sekolah beri uang sebesar Rp. *******/ orang ckckck.....
kalo mau promosi tambahannya ***** juta... kalo ini... kalo itu... total2... *** juta rupiah
Masya Allah..... Memang ini adalah cara Bimbel2 yang lain kalo promo kesekolah2, sehingga kamipun terseok2 masuk ke sana... mereka diedukasi untuk matre...
Pendidikan dijadikan ajang bisnis, hanya untuk menambah income, mungkin mereka melihat lembaga kita banyak dapet duit...jadi di bidik... Amin...
Tapi kalo mau itung2an... kita lembaga nonformal yang peduli terhadap pendidikan tapi tidak mendapat perhatian sama sekali sama pemerintah..
kalo sekolah sekaliber sekolah itu saya yakin banyak yang memperhatikan ko...
Saya miris lihat ke matrean sekolah2... seorang guru yang dintuntut tulus menjadi tidak punya nilai...
cukup yang pertama dan terakhir kita kerjasama dengan sekolah2 kalau caranya seperti ini...
Marketing lembaga kami ingin syar'i dan barokah menjalani bisnis...
Walaupun kita tidak mendapat perhatian dari pemerintah atau pemilik kebijakan yang lain, tapi langkah yang kami lakukan selalu menitikberatkan pada pelayanan dan target prestasi belajar siswa.
Kita tidak pernah mendidik siswa dengan cara2 cepat... kita pendekatan proses, pendekatan hati...
Semoga pihak sekolah dibukakan mata dan hatinya, agar kembali ke jalur yang benar, Amin
Wallohualambishawab
Mi... kenapa kita ngga buka pendidikan untuk anak luar biasa? temen Abi ada yang membutuhkannya loh ...
tadi malam saya sama abi diskusi tentang dunia pendidikan dan kebutuhannya di mata masyarakat.
Hmmm apa iya sekolah formal khusus untuk anak "luar biasa" sekarang membuat orang tua tidak puas ya?
Intuisi saya mengatakan sekolah luar biasa di Bandung tidak penuh siswanya, apalagi sekolah luar biasa di pelosok daerah. Padahal jumlah anak 'luar biasa' di Bandung banyak sekali.
Untuk beberapa anak, masih banyak yang tidak dimasukan sekolah oleh orangtuanya karena ketidakpahaman ortu terhadap cara mendidik anaknya atau ortunya minder terhadap kondisi anaknya.
Tapi untuk ortu yang paham pendidikan, banyak terjadi pemaksaan antar kemampuan anaknya yang luarbiasa dengan kemampuan anak2 normal seusianya.
di kantorku juga begitu, banyak sekali orang tua yang ingin anaknya terlihat normal, sehingga dia masukan anaknya ke kelompok belajar anak yang normal.
Pernah juga saya menemukan ada anak yang ADHD, dan orangtuanya trauma dapet anak lagi, sehingga si anak terasingkan dari komunitas sosial...
hmmm... setelah dipikir2 menurut saya yang pertama harus diedukasi bukan anaknya, melainkan orangtua dan lingkungannya.
Bagi anak, ketika mereka 'cacat' sejak lahir tidak pernah menemukan trauma sama sekali, karena dia menyadari kondisinya sejak lahir, kecuali anak yang 'cacat' karena kecelakaan setelah usia dia di atas 2-3 tahun.. ada kemungkinan mereka akan melewati masa traumatis.
kembali ke anak yang luar biasa sejak lahir... yang pasti kaget dan traumatis adalah orang tua dan lingkungannya, kenapa bisa ? karena setiap orang tua mempersiapkan dirinya untuk memiliki anak yang sehat, perencanaan2 pendidikan dilakukan hanya untuk menambah akselerasi anak. Tanpa melihat kenyataan. Mungkin sisi Minder dan rendah diri yang nanti akan mendominasi perasaan orangtuanya.
Menurut penelitian ada 1: 10 peluang anak lahir tidak utuh sehat/normal... dan kombinasi 'kelemahan tiap anak itu sangat tinggi, bukan hanya terlihat dari fisik atau bahkan down sindrom, ada anak yang disleksia, diskalkulia, hiperaktive, ngga bisa konsentrasi, autis, ADHD dan sebagainya.
Faktor yang menyebabkan peluang terjadinya anak yang abnormal adalah karena cuaca, suhu lingkungan makin hari makin tidak bersih...polusi disana sini, makanan fast food dsb itulah yang membuat anak lahir harus berjuang menghadapi berbagai stimulan penyakit...
Jadi yang harus di persiapkan orangtua adalah mental positif dan apa adanya(bukan diada-ada). bukan bermaksud menggurui, karena dalam hal ini saya juga masih belajar, ini sedikit tips untuk menghadapi kondisi2 tersebut adalah:
- Lihat gejala perkembangan anak dari hari ke hari adakah kemajuan atau kemunduran?
- Jika itu kemunduran, tetap tenang perlakukan anak sewajarnya, biarkan dia melakukan aktivitas sosial dilingkungannya, apa adanya jangan terlalu protektif jangan juga jadi cuek dibiarkan begitu saja.
- Jika itu kemajuan, tetap waspada apakah anak terlalu maju perkembangannya atau tidak.
- Kategori luarbiasa adalah, perkembangan anak berbeda dengan batas normal perkembangan anak, baik itu kurang maupun lebih.
- Lakukan konsultasi pada ahlinya, untuk menemukan potensi positif si anak se dini mungkin.
- Cari komunitas dengan para orangtua yang mengalami permasalahan yang sama agar bisa berdiskusi dan saling menguatkan satu sama lain.
- Tumbuhkan kekuatan anak dalam diri seseorang itu tidak ada kekuatan dan kelemahan, yang ada adalah kekuatan dan keterbatasan...(menyuruh anak terbang itu tidak mungkin, karena keterbatasan manusia adalah tidak memiliki sayap, tapi memaksimalkan anak yang 'maaf' tidak punya tangan untuk berenang, itu mungkin karena mereka bisa mensiasati kelemahan)
- Allah selalu memberi kepercayaan pada orang2 yang sholeh/sholehah dengan masalah/cobaan untuk meninggikan keimanan kita, ini salah satu ujian yang harus kita jalani dengan kesabaran.
- Yang penting yang harus ditanamkan saat memiliki anak, bukan hanya ingin anak yang sehat, anak yang cantik/cakep Tapi yang terpenting adalah anak yang sholeh/sholehah, beriman, bisa memberi banyak manfaat, dan penolong orangtuanya saat diakhirat nanti.
Semoga bermanfaat...
Kemarin saya ikutan nyoblos pemilihan gubernur dan wakil gubernur jawabarat...
dan tentu saja saya memilih no *
bukan karena ada sosok seleb disana, bukan juga karena saya aktivis sebuah partai yang mendukung 2 tokoh itu...
Tapi saya memang suka sama gerakan sistem yang ada disana, rapi...dan taat pada kebijakan...
Jamaahnya kompak..tanpa tapi selalu mendukung setiap keputusan, walaupun saya yakin pasti ada yang tidak setuju dengan pengangkatan 2 tokoh itu...
dirumah... no pilihan saya menduduki ranking pertama... dan rangking terakhir diduduki oleh wajah lama yang awalnya saya prediksi bakal jadi calon kuat gubernur, mengingat usahanya bener hebat... memberikan sembako buat rakin, membangun mesjid dan sekolah2 didesa2 biar terlihat sumbangsihnya, memasang spanduk gede2 dijalan *walaupun menurut saya spanduknya ngga kreatif, itulagi itu lagi he he...
Paling hebatnya lagi dari atas sampai tataran RW disubsidi untuk mengkampanyekan beliau, konon katanya biayanya besar banget, dan ngga nyampe 100% ke bawah karena di korupt sama penyaring2 sebelumnya.. Nauzubillah...
Angka semakin nyata menunjukkan bahwa no pilihan saya menang, tadi pagi tukang bubur langganan saya mengutarakan pendapatnya.. saya milih no * bu... biarpun RW disini menyuruh kami milih no itu tetep aja saya milih yang ini, biarin ya bu kan bebas milih, lagian serahkan aja sekarangs ama yang muda2...
wah hebat si mang bubur yang satu ini, kerenlah cara berfikirnya...
Yang penting, siapapun gubernurnya yang penting bisa memberikan yang terbaik untuk masarakatnya ya...Amin
Ketika ditanya apa masalah terbesar dalam sebuah perusahaan...
prosentase terbesar adalah konflik...
Kebanyakan di kita merasa konflik akan menghambat kerja sebuah perusahaan..
Menurut saya konflik bukan masalah terbesar... konflik tidak bisa dihindari... konflik harus dihadapi... Selama kita berada di jamaah manusia kita akan terus bertemu dengan perbedaan pendapat.
Justeru menurut saya masalah terbesar disebuah perusahaan adalah ketika kita tidak bisa menempatkan orang sesuai dengan tempatnya.
Menugaskan sesuatu kepada yang bukan ahlinya.
Di kantor saya, jabatan pengajar di duduki oleh mereka2 yang memiliki sertifikasi mengajar, Namun mereka dituntut harus bisa mengajar lebih dari 2 bidang studi...
Yang jurusan matematika harus bisa mengajar Fisika dan biologi... begitupun yang jurusan Biologi, harus bisa mengajar Matematika dan Fisika...
Tidak sedikit pakar pendidikan yang komplain terhadap hal ini... ada yang bilang kurang profeional lah...ada yang bilang tidak menghargai bidang studilah...
Tapi kita punya argumen.... didalam hadist pun ada istilah seperti ini "SERAHKAN SESUATU PADA AHLINYA" Bukan istilah ' serahkan sesuatu pada jurusannya kan?'
Berdasarkan penlitian, banyak mahasiswa kuliah tanpa melihat kopetensi, bakat dan kemampuannya, sehingga tidak sedikit yang lulusan matematika tetapi kedalaman ilmu matematikanya masih dangkal, dan tidak sedikit pula mereka yang bukan jurusan matematika tetapi bisa 'lebih matematika' daripada orang jurusan matematika.
yang paling penting ketika kita bekerja...kita bisa bekerja dengan hati... itu yang akan terasa oleh sesama...
sudah saatnya kita kembali meriview ulang keahlian kita... jangan sampai kita berada di tempat yang salah.. karena kalau ternyata "Ilmu itu diserahkan pda yang bukan ahlinya tunggulah kehancurannya" Naudubillahimindzalik...
Good teacher explains… Superior teacher demonstrates… Excellent teacher inspires...
Ide, pemikiran, pendapat dan keputusan kita banyak juga dipengaruhi oleh keluarga...
- Ada seorang suami yang keluar kerja oleh isterinya karena dianjurkan untuk wirausaha...
- Ada juga seorang suami yang siap keluar kerja karena mau wilarusaha, tapi dihalangi oleh isterinya. Karena isterinya menginginkan suaminya menjadi karyawan.
- Ada seorang isteri yang semangat kerja tapi suaminya dirumah pengangguran..isterinya sibuk...suami berleha2
- Ada seorang isteri, bekerja di tempat yang mapan bersuamikan cleaning servise tetapi sang isteri menaruh hormat yang sangat tinggi pada suaminya..
- Ada seorang suami isteri yang awalnya bekerja ditempat mapan, memutuskan untuk keluar karena ingin merintis usaha baru.
- Ada seorang anak yang disuruh berhenti bekerja sama orang tuanya karena kecapean.
- Ada seorang anak yang disuruh sekolah tinggi, terus jadi PNS sama orangtuanya.
- Ada juga seorang anak yang selalu didukung 100% oleh orangtuanya
- Bahkan ada seorang anak yang disuruh berwirausaha oleh orangtuanya
Ya... hidup memang penuh liku2... Maju mundurnya kita tergantung dengan semua yang ada dibelakang kita... oleh karenanya kita harus mengedukasi mereka ketika kita ingin melakukan perubahan... jangan sampai bertepuk sebelah tangan dalam menyusun generasi baru...
tungdesum... sumangetttt Import.flv (2.0 MB)
Banyak hal yang ingin aku syukuri.... Nikmat Iman... Nikmat Islam... Nikmat Waktu... Nikmat Bakat... bersama Mu ya Rab... aku tenang... disetiap teguran Mu...membuatku semakin yakin kau ada dekat disisiku... disetiap kebahagian yang Kau beri... aku semakin yakin kau sedang mengujiku...tuk tetap bersamaMu Alhamdulillah
Dapet Ilmu dari acara Share Staf Pimpinan... Thanks buat My friend Sri & Yani...keren bangetttt... Di acara itu ada rumusan mengenai cara menghitung kualitas diri kita. Kualitas Diri = Kualitas Teknis x Kualitas Fisik x Kualitas Mental Kualitas Teknis Skalanya 1 sd 100 Kualitas Fisik Skalanya 1 sd 100 Kualitas Mental Skalanya -10 sd 100 Contoh: Seorang direktur keuangan memiliki Kualitas teknisnya (knowledge) 100 Kualitas Fisiknya 100 tapi korupsi (mentalnya -10) jadi total kualitas dirinya = 100 x 100 x (-10) = -10000 Negatif...artinya orang tersebut perperilaku negatif dan selalu merugikan orang banyak Kalo hasilnya 0 artinya orang tersebut tidak punya peran apa-apa di dunia ini hiii rugi tapi kalo hasilnya positif walaupun +1, minimal dia punya energi positif... so berapa kualitas diri kita... lets calculate...
| |